Kenal 4 Masjid Paling tua di Kota Bandung

Bulan Ramadan tinggal hitung hari. Umat Muslim semenjak jauh-beberapa hari telah menyiapkan kepentingan dari mulai beribadah sampai adat mudik. Ya, bicara masalah beribadah, di Kota Bandung ada banyak masjid tua yang bisa saja referensi buat Anda untuk lakukan ritual dalam tempat itu. Berikut empat masjid tua di Kota Bandung yang dikumpulkan Ayobandung. com :

Masjid Raya Buahbatu

Masuk lokasi Margacinta persisnya di Pasar Kordon, kita akan temukan bangunan istimewa berbentuk masjid. Ya, itu Masjid Raya Buahbatu yang konon tuturnya adalah bangunan paling besar di Bandung selatan. Pembangunan masjid sendiri diawali pada 10 November 1938 serta diresmikan 9 Juli 1939. Satu prasasti di masjid jadi bukti riwayat mengenai perjalanan Masjid Raya Buahbatu. Prasasti itu berbentuk satu lempeng batu marmer persegi yang melekat di salah satunya tiang teras masjid. Pada lempengan marmer yang tertulis huruf latin dalam bahasa Sunda itu diterangkan dengan komplet semua data tentang harga kubah galvalum .

Pemasangan batu pertama pembangunan masjid dilaksanakan oleh Padoeka Kandjeng Dalam Raden Wiranatakoesoema untuk Bupati Bandung. Mengenai yang bekerja untuk pelindung panitia pembangunan masjid, yang pada jaman belanda disebutkan dengan Beschermheer, ialah Raden Wiriadipoetra yang memegang untuk Wedana Oejoengbroeng (atau sama dengan pembantu Bupati). Dan MAS Memed Wiriasoemitra, yang waktu itu memegang Opzichter Desawerken RR Bandoeng, atau yang bekerja untuk pengawas. Dahulu nama masjid ini ialah Masdjid Kaoem Boeahbatoe. Sampai pada seputar tahun 1988 dilaksanakan perbaikan besar. Masjid Agung Buahbatu saat ini mempunyai satu kubah besar warna emas dengan balutan dinding luar dari kaca bermotif serta berkaligrafi warna kuning serta hijau. Kusen kayu jati yang terpasang di sekitar bangunan masjid makin meningkatkan kemegahannya. ada hiasan kaligrafi yang melekat pada kubah sisi dalam bersatu dengan lampu hias, membuat nilai artistik masjid makin bertambah. Selain itu, di lantai dua masjid ada beduk riwayat yang telah berdiri semenjak 1960. Dengan luas tanah 2. 300 mtr. persegi serta luas bangunan 500 mtr. persegi Masjid Raya Buahbatu bisa memuat 1. 000 jamaah.

 

Masjid Mungsolkanas

Sesaat mengingat pertarungan Bandung Utara yang menjadi lambang perjuangan menantang kolonial Belanda tempo dahulu. Mengikutkan nama tiga laskar serta satu masjid dalam lingkaran. Ialah Masjid Mungsolkanas untuk pemberi tanda awal peradaban Islam di Bandung yang jadi basis perjuangan menantang penjajah. Berdiri semenjak tahun 1869. Catatan waktu yang tempatkan Mungsolkanas untuk salah satunya masjid paling tua di Kota Bandung. Bukannya memakai Bahasa Arab seperti masjid umumnya, Mungsolkanas adalah singkatan yang diambil dari kirata Sunda yaitu “Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam “. Sampai sekarang Mungsolkanas masih elok berdiri walaupun dihimpit bangunan pencakar langit di seputar Jalan Cihampelas Bandung. Tempatnya ada dalam Gang Winataatmaja, seberang Rumah Sakit Advent.

Awalannya, Masjid Mungsolkanas lebih seperti mushala simpel berupa panggung yang dibuat bermaterial kayu serta beton. Luas lahannya cuma seputar 80 mtr. persegi dengan teras berbentuk kolam air. Pemugaran dilaksanakan pertama-tama pada tahun 1933 bertepatan dengan pembangunan awal dari Masjid Raya Cipaganti oleh arsitek kenamaan asal Belanda namanya Wolff Schoemaker. Pasti, Mungsolkanas kalah eksklusif serta besar. Lumrah sebab pendirian Masjid Raya Cipaganti diongkosi oleh pemerintah Hindia Belanda, sesaat Mungsolkanas datang dari inisiasi beberapa ulama Islam saat itu.

 

Masjid Cipaganti

Jika kita bertandang ke Kota Bandung pada bulan Ramadan, sisihkan waktu spesial untuk berkunjung ke Masjid Cipaganti. Masjid ini salah satu masjid paling tua di Kota Bandung, justru yang unik, bangunan masjid ini menyuratkan akulturasi pada bentuk arsitekturnya.  Direncanakan oleh arsitek kenamaan asal Belanda, C. P. Wolf Schoemaker pada tahun 1933, Masjid Cipaganti berdiri dilatar belakangi oleh perpindahan pusat pemerintahan ke Kota Bandung samping utara atas titah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu. Dalam keputusannya, bupati Bandung, Raden Temenggung Hassan Soemadipradja dengan Patih Bandung Raden Rc Wirijadinata minta untuk lakukan perbincangan sama-sama staf. Segera kemudian, hasil percakapan minta supaya dibuat satu masjid.

Jual kubah masjid di Bandung yang terdapat di Jalan Cipaganti (saat ini jalan Wiranatakusumah) ini tetap berdiri kuat sampai sekarang. Umurnya telah 84 tahun serta bentuk bangunan ini masih dipertahankan keasliannya. Bentuk arsitektur sendiri menggabungkan style bangunan ala Jawa serta Eropa Belanda. Faktor Jawa bisa kelihatan dari ukiran-ukiran luar dan dalam masjid dan pada menara sebagai kubah masjid dengan bentuk segitiga. Sedang pada bagian depan bangunan, didukung oleh pilar yang memberikan bangunan ala Eropa. Untuk sisi dalam masjid, ada tiang-tiang penyangga yang dibuat dari kayu jati, menurut Uju tiang itu adalah lambang kemampuan ciri khas tanah Jawa. Ada soko, penyangga yang empat. Jadi lambang akan kemampuan masjid, dibantu dengan tiang-tiang yang lain. Jati sendiri untuk ciri jika ini tanah Jawa. Masjid Raya Cipaganti sendiri sudah seringkali merenovasi. Pada keputusannya, pembangunan masjid cuma memerlukan waktu setahun lamanya dengan ukuran masjid seputar tujuh kali sembilan 9 mtr.. Tetapi pada tahun 1965 serta 1979 dilaksanakan perbaikan untuk meningkatkan daya tampung masjid.

 

Masjid Besar Ujungberung

Masjid Besar Ujungberung jadi salah satunya masjid favorite yang didatangi masyarakat Bandung Timur sepanjang bulan Ramadan. Mengingat tempatnya yang lumayan strategis di muka Alun-alun Ujungberung, tidak bingung masjid ini jadi pusat pekerjaan warga yang berada di sana. ayobandung meringkas sangkut-paut mengenai Masjid Besar Golongan Ujungberung. Awalnya namanya Masjid An-Nur Awalnya, masjid ini namanya An-Nur, yang dalam bahasa Arab bermakna ‘cahaya’. Masjid ini sudah alami seringkali perbaikan semenjak berdiri pada 1813. Pekerjaan perbaikan paling akhir dilaksanakan seputar 15 tahun waktu lalu.  Salah satunya pusat analisis Islam di Bandung Timur Mengingat luasnya yang kira-kira sampai 9. 000 mtr. persegi, tidak bingung jika Masjid Besar Ujungberung jadi salah satunya pusat analisis Islam di Bandung timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *