Masjid Jakarta Islamic Centre

Di tahun 2001, Gubernur Sutiyoso lakukan satu Komunitas Curah Ide dengan semua komponen warga. Ini dilaksanakan untuk tahu seberapa jauh suport warga pada satu perkembangan yang sudah ditargetkan. Rupanya 24 Mei 2001 suport itu makin kuat. Ide untuk membuat Jakarta Islamic Centre (JIC) disampaikan Sutiyoso pada Prof. Azyumardi Azra (waktu itu untuk Rektor UIN Syarif Hidayatullah) di New York. Rupanya responnya benar-benar positif di antara kunjungannya ke PBB pada tanggal 11 sampai 18 April 2001 lalu itu. Sutiyoso terus-terusan konsultasi dengan warga, ulama, pegiat baik rasio lokal atau regional serta international. Pada akhirnya satu master rencana pembangunan JIC di tahun 2002 juga direalisasikan. Selanjutnya dalam rencana menguatkan inspirasi serta ide pembangunan JIC, pada Agustus 2002 dilaksanakan Studi Komparasi ke Islamic Centre di Mesir, Iran, Inggris serta Perancis. Jual kubah masjid di Jakarta ini dipakai pertama-tama untuk shalat Jumat pada tanggal 6 September 2002. Sesaat peresmian masjid ini sendiri dikerjakan pada 4 September 2003 oleh Gubernur DKI Sutyoso

 

Arsitektur

Bangunan Masjid yang eksklusif yang istimewa ini tampilkan citra Islam positif. Pancaran nilai-nilai keimanan serta ketakwaan demikian mempersejuk nurani. Masjid yang direncanakan oleh arsitek Ir. Muhammad Nu’man ini benar-benar indah. Berdiri di atas tempat seluas 109.435 m2, Masjid ini difasilitasi dengan cara keseluruhan oleh Pemda DKI Jakarta. Kecuali berperan untuk tempat peribadatan, JIC berperan untuk pendidikan serta perekonomian. Halamannya luas. Komplet dengan air mancur penting yang terdapat di pintu ke-2 JIC. Didalamnya diperlengkapi dengan satu perpustakaan yang benar-benar nyaman dengan koleksi beberapa jenis rujukan buku-buku Islam yang cukup komplet. Bukan hanya itu, JIC diperlengkapi dengan tayangan Radio JIC.

 

Masjid bergaya campran Turki serta Timur Tengah ini ini diresmikan pada tanggal 4 Maret 2003 di waktu pemerintahan Gubernur Sutiyoso. Luas bangunan masjidnya saja sampai 2200 mtr. bisa memuat 20.680 jemaah sekaligus juga Bentuk bangunannya adalah aktualisasi dari sifat-sifat keperkasaan (Al-Jabbaru), Keelokan (Al-Mutakabbiru), sekaligus juga kelembutan serta keindahan (Al-Lathief). Ini diinginkan bisa meniadakan stigma lama tempat awalnya. Arsitekturnya kaya aka nuasa Betawi yang sama dengan nuansa Islam serta mempunyai menara tinggi 114 mtr. yang memiliki kandungan makna jumlah surat dalam Alquran.

 

Harga Kubah Per Meter

Harga kubah menggunakan standar untuk atap dengan rangka truss dome skema welding untuk tampilan plafon standar. Untuk warna pipa finishhing sesuai kesepakatan dengan konsumen. Harga itu adalah untuk tempat pulau Jawa saja, sedang harga untuk tempat luar pulau jawa akan sesuai transport. Harga kubah masjid per meter benar-benar beragam sesuai dengan bahan serta warna kubah masjid, harga kubah per mtr. untuk galvalum sejumlah 1.3 juta – 2.4 juta, sedang untuk kubah enamel harga kubah per mtr. sekitar di antara 2.5 juta sampai 4 juta. Dari perincian harga kubah per mtr. barusan, anda dapat mengalikan dengan luasan permukaan kubah masjid

 

Detil Konstruksi Kubah Masjid Berupa

Bahan basic plat Enamel

Rangka partisipan besi hollow 3 x 3 x 600cm, 0.3mm dan pipa galvanis 1-2″

Pengerjaan markara menggunakan bahan basic enamel atau galvalum

Untuk penangkal petir menggunakan tembaga

Bentuk kubah modern

Demikian keterangan singkat mengenai harga kubah masjid modern ini, Semoga bisa jadi gambaran buat beberapa pembaca yang ingin membuat kubah masjid modern, dan semoga berm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *